Rehan/Gloria Terhenti di Singapore Open 2025: Evaluasi dan Harapan ke Depan

Rehan/Gloria Terhenti di Singapore Open 2025: Evaluasi dan Harapan ke Depan – Singapore Open 2025 menjadi ajang yang penuh tantangan bagi para pebulutangkis dunia, termasuk wakil Indonesia di sektor ganda campuran, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja. Pasangan ini harus mengakhiri perjalanan mereka lebih awal setelah dikalahkan oleh Guo Xin Wa/Chen Fang Hui, unggulan slot 5k keempat asal China, dalam pertandingan yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium.

Dalam artikel ini, kita akan mengulas jalannya pertandingan, faktor yang menyebabkan kekalahan Rehan/Gloria, serta evaluasi dan harapan mereka untuk turnamen berikutnya.

Jalannya Pertandingan: Perlawanan Sengit di Dua Game

Rehan/Gloria memulai pertandingan dengan cukup baik, bahkan sempat unggul 3-1 hingga 8-5 di awal game pertama. Namun, Guo/Chen berhasil membalikkan keadaan dengan meraih enam poin beruntun, membuat mereka memimpin 11-8 saat interval. Setelah itu, pasangan China terus mendominasi hingga akhirnya menutup game pertama dengan skor 16-21.

Di game kedua, Rehan/Gloria memberikan perlawanan lebih ketat. Mereka sempat unggul 18-15, tetapi kehilangan momentum saat Guo/Chen menyamakan skor 20-20. Setelah dua kali setting, pasangan Indonesia akhirnya harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 20-22, mengakhiri pertandingan dalam waktu 47 menit.

Evaluasi dan Faktor Kekalahan

Usai pertandingan, Rehan dan Gloria mengungkapkan beberapa faktor yang menyebabkan kekalahan mereka:

  • Kurangnya Ketenangan di Poin Kritis Gloria mengakui Spaceman Pragmatic bahwa mereka terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan di momen-momen penting, yang menyebabkan beberapa kesalahan sendiri.
  • Variasi Servis Lawan yang Mengganggu Rehan menyebut bahwa dua kali flick servis dari Guo/Chen di poin akhir cukup mengganggu ritme permainan mereka. Ia menilai bahwa mereka perlu lebih berani menggunakan variasi servis di momen-momen krusial.
  • Perlu Meningkatkan Power di Bola-Bola Atas Rehan juga menyoroti perlunya peningkatan kekuatan dalam permainan bola atas agar lebih kompetitif menghadapi pasangan-pasangan unggulan.

Harapan ke Depan: Fokus ke Indonesia Open 2025

Meskipun harus tersingkir lebih awal di Singapore Open 2025, Rehan/Gloria tidak ingin larut dalam kekecewaan. Mereka bertekad untuk melakukan evaluasi dan tampil lebih baik di Indonesia Open 2025, yang akan berlangsung pada 3-8 Juni 2025. Turnamen Mahjong Slot ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk membuktikan kemampuan dan memperbaiki aspek-aspek yang masih kurang.

Kesimpulan

Singapore Open 2025 menjadi pelajaran berharga bagi Rehan/Gloria, yang harus mengakhiri perjalanan mereka di babak 16 besar setelah kalah dari Guo Xin Wa/Chen Fang Hui. Meskipun mengalami kekalahan, mereka tetap optimis untuk bangkit dan tampil lebih baik di turnamen berikutnya. Dengan evaluasi yang matang dan persiapan yang lebih baik, pasangan ini berpotensi untuk kembali bersaing di level tertinggi.

Kini, semua mata tertuju pada Indonesia Open 2025, di mana Rehan/Gloria akan berusaha menebus kegagalan mereka dan kembali menunjukkan performa terbaik di hadapan publik sendiri.